Sosok Dilogi (Ni Luh)

Perkenalkan nama saya Ni Luh Sriyani mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang berasal dari Pulau Dewata Bali. Saya merupakan mahasiswa Pendidikan Sosiologi 2018 yang diterima di UNY melalui jalur SNMPTN. Dari awal diterima menjadi mahasiswa di Prodi ini tentu hal yang rasakan adalah bahagia, senang, bersyukur, dan tentunya sangat bangga karena tidak semua yang daftar bisa diterima di Prodi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial UNY. Diterima kuliah di Universitas yang berada diluar Provinsi mau tak mau membuat saya harus menerima status baru sebagai mahasiswa rantau.  Menjadi mahasiswa rantau merupakan tantangan besar bagi saya karena saya harus beradaptasi mulai dari nol untuk bisa bertahan hidup di lingkungan baru yakni lingkungan perantauan. Semua harus saya mulai dari awal, untuk belajar kebudayaan baru, kebiasaan baru, teman-teman baru, bahasa baru, dan lingkungan tempat tinggal yang baru. Proses adaptasi yang saya jalani di kampus ini membuat hidup saya lebih berwarna karena teman-teman di kampus tidak hanya berasal dari Yogyakarta tapi juga dari pelosok negeri seperti Lampung, Jember, Ambon, dan daerah lain dari sabang sampai merauke. Tentunya mereka membawa keunikan dan kekhasan daerah mereka masing-masing yang senantiasa membuat hawa kampus begitu penuh keberagaman dan kekeluargaan yang erat. Dari pengalaman tersebut membuat saya  sadar bahwa Indonesia tidak hanya tentang Bali dan keindahannya, tidak pula hanya tentang Yogyakarta dan keramahtamahannya, tapi Indonesia adalah keberagaman itu sendiri.

Selama kurang lebih 6 bulan menimba ilmu di Perguruan Tinggi ini banyak sekali hal baru yang saya dapatkan yang mungkin tidak saya dapatkan semasa SMA. Pertama kali kuliah memang rasa canggung sempat saya rasakan mengingat teman-teman yang saya jumpai memiliki culture yang berbeda sehingga saya perlu waktu untuk beradaptasi dengan mereka. Namun, seiring berjalannya waktu kita pun saling mengenal satu sama lain dan hingga saat ini mereka telah menjadi sebuah keluarga kecil baru yang terdiri dari banyak anak-anak daerah yang berasal dari berbagai pelosok di Negeri ini.

Minggu pertama masuk kelas adalah perkenalan dosen dan mata kuliah, kesan pertama yang saya rasakan adalah perbedaan hawa pembelajaran antara masa kuliah dengan masa SMA. Di awal pertemuan setiap dosen selalu memberikan kontrak belajar yang akan ditempuh selama satu semester. Kita pun dituntut untuk memahami karakter dosen karena setiap dosen memiliki karakter yang berbeda-beda dalam berbagai hal. Di minggu pertama kuliah saya dan teman-teman sudah diberikan tugas, entah membuat makalah, observasi, dan tugas lain yang diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan kami di bidang Sosiologi. Tugas tersebut harus kami presentasikan karena kami memang bukan anak SMA lagi yang dulunya hanya guru yang menjelaskan tetapi sekarang status kita adalah mahasiswa yang harus berani menyampaikan pendapat, aktif di kelas, dan tidak malu bertanya saat diskusi.

Seiring berjalannya waktu ternyata menjadi mahasiswa baru membuat saya menjadi super sibuk dan harus pandai membagi waktu, berangkat pagi pulang sore karena di kampus ada banyak sekali kegiatan apalagi ketika saya masih berstatus mahasiswa baru, jadi diwajibkan mengikuti kegiatan kampus seperti, seminar tentang karya tulis, kewirausahaan, tentang kegiatan UKM, ataupun kegiatan di Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sosiologi. Meskipun demikian, saya sangat menikmati setiap proses dan bersyukur bisa menjadi bagian dari mahasiswa Pendidikan Sosiolgi FIS UNY. Spirit Sosiologi!

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
Silakan masukkan jawaban pada kotak yang telah disediakan
Image CAPTCHA
Enter the characters shown in the image.